ANALISIS BIAYA-VOLUME-LABA SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN LABA (STUDI KASUS PADA ?QUALITY? HOTEL YOGYAKARTA)

 

ABSTRAK
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui break even point operasional kamar hotel pada tahun 2003 – 2005, untuk mengetahui jumlah volume penjualan kamar hotel pada tingkat laba yang direncanakan, untuk mengetahui berapa tingkat margin of safety pada tahun yang dijadikan obyek penelitian. Data yang digunakan berasal dari hasil studi pustaka, observasi dan wawancara pada obyek penelitian.
Obyek penelitian dilakukan pada “Quality” Hotel Yogyakarta dengan menggunakan data operasional penjulan kamar pada tahun 2003 – 2005. Untuk menentukan Break Even Point, Perencanaan Laba dan Margin of Safety pada tahun yang diteliti.
Penelitian data menggunakan program bantuan Microsoft Excel 2003 untuk melakukan pemisahan biaya semi variabel menjadi biaya tetap dan biaya variabel.
 
 BAB I
PENDAHULUAN
 
 
            1.1 .    Latar Belakang Masalah
Yogyakarta adalah sebuah kota yang penuh dengan berbagai macam ragam budaya, maka tidaklah mengherankan kota Yogyakarta disebut dengan kota pariwisata. Tidak hanya itu, kota Yogyakarta juga merupakan tempat yang paling diminati oleh orang-orang dari berbagai penjuru Indonesia untuk menuntut ilmu, ini disebabkan karena banyaknya Perguruan Tinggi di Yogyakarta.
Sebagai kota pariwisata maka banyak jasa-jasa yang menawarkan kepada para wisatawan untuk menikmati berbagai macam fasilitas untuk berwisata, salah satunya adalah hotel. Jumlah hotel di Yogyakarta dapat dibilang sangat banyak, dari hotel melati (hotel kecil) hingga hotel bintang lima (hotel besar).
Perkembangan hotel di Yogyakarta meningkat dari tahun 1980an hingga sekarang. Dengan banyaknya jumlah hotel yang ada di Yogyakarta maka menjadi persoalan tersendiri bagi pihak manajemen hotel dalam melakukan kegiatan operasionalnya karena persaingan yang cukup tinggi.
Untuk itu manajer suatu perusahaan dituntut untuk dapat mengelola perusahaan yang dipimpinnya sebaik mungkin. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah tujuan utama yang hendak dicapai oleh perusahaan. Berhasil tidaknya suatu perusahaan ditentukan oleh kemampuan manajer dalam mengelola perusahaan yang dipimpinnya tersebut. Ukuran keberhasilan manajer dalam memimpin sebuah perusahaan dapat dilihat dari laba yang dihasilkan selama periode tertentu. Manajer juga dituntut untuk dapat melihat kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi maupun kesempatan-kesempatan atau peluang-peluang yang ada dimasa yang akan datang, jangka pendek maupun panjang. Tugas manajemen adalah merencanakan masa depan perusahaan agar sedapat mungkin semua kemungkinan dan kesempatan dapat direncanakan bagaimana menghadapinya.
Tujuan dari suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang maksimal agar kelangsungan hidup perusahaan terus berjalan dari waktu ke waktu. Besar kecilnya laba perusahaan akan menjadi ukuran sukses tidaknya manajemen dalam mengelola perusahaan. Sedang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat laba adalah harga jual, biaya dan volume penjualan. Ketiga faktor tersebut saling berkaitan, dan memegang peranan yang sangat penting dalam mengambil keputusan dan perumusan kebijakan perusahaan masa yang akan datang. Pengaruh perubahan salah satu faktor tersebut terhadap laba yang akan dicapai tidak tampak dalam suatu program budget, karena budget biasanya hanya merencanakan laba untuk suatu kapasitas kegiatan tertentu. Penggunanaan budget ini akan bermanfaat bagi manajemen apabila disertai dengan tekhnik-tekhnik analisis yang memadai, misalnya dengan analisis break even. Untuk analisis break even, perlu diadakan perhitungan terhadap komponen-komponen biaya tetap, biaya variabel dan harga dari produki tersebut.
Analisis break even point adalah suatu kegiatan dimana perusahaan dalam kondisi tidak mendapat laba maupun menderita rugi. Laba merupakan selisih antara penjualan dan biaya-biaya.
Dalam mengelola perusahaan sehari-hari manajer sering dihadapkan pada berbagai masalah pengambilan keputusan. Semua bentuk pengambilan keputusan untuk merencanakan operasinya dengan baik atau bahkan tidak meneruskan operasinya. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi dalam pengambilan keputusan tersebut adalah faktor biaya yang selama satu periode kerja adalah tetap jumlahnya, dan tidak mengalami perubahan. Biaya variabel merupakan biaya yang dipengaruhi oleh perubahan volume produksi atau penjualan. Biaya yang dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen disebut sebagai biaya relevan. Biaya relevan (relevant cost) adalah biaya yang terjadi dimasa yang akan datang dan berbeda diantara alternatif yang sedang dipertimbangkan didalam suatu keputusan.
Jadi sangat penting bagi seorang manajer untuk mengetahui break even perusahaan yang dipimpinnya. Dengan mengetahui break even (titik impas) manajer perusahaan juga dapat menargetkan atau merencanakan jumlah penjualan produk agar memperoleh keuntungan tertentu. Selain itu break even juga dapat digunakan untuk melihat seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi dan juga untuk mengetahui mana efek perubahan harga jual, biaya dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh.
Mengingat pentingnya break even sebagai salah satu alat Bantu dalam perencanaan laba, maka penulis ingin mengkaji lebih jauh lagi dengan mengadakan penelitian dengan judul : “ Analisis Biaya-Volume-Laba Sebagai alat Bantu Perencanaan Laba” (Studi Kasus Pada “Quality” Hotel Yogyakarta).
 
 
1.2.   Perumusan Masalah
 
Dari uraian diatas, maka penulis membatasi permasalahan pada bagaimana hubungan antara biaya tetap, biaya variabel dan harga serta volume untuk perencanaan laba perusahaan dalam operasional kamar hotel. Maka untuk itu dalam penelitian skripsi ini permasalahan utama yang akan diteliti adalah:
      1. Apakah “Quality” Hotel Yogyakarta sudah menentukan titik break even?
      2. Berapa besar volume penjualan “Quality” Hotel Yogyakarta yang harus dicapai agar perusahaan mencapai tingkat break even?
      3. Seberapa besar margin of safety bagi Quality” Hotel Yogyakarta agar tidak mengalami kerugian?