DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI TERHADAP PERTUMBUHAN KOTA JAKARTA TAHUN 1989-2004
Submitted by superadmin on Sat, 12/20/2008 - 16:19
ABSTRAKSI
Skripsi ini berjudul Dampak Pembangunan Ekonomi terhadap Pertumbuhan Kota Jakarta Tahun 1989-2004. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang di peroleh dari BPS (Badan Pusat Statistik). Variabel yang di gunakan antara lain : pertumbuhan kota, PDRB, kepadatan penduduk, nilai tambah industri, dan Ekspor
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode destkriptif dan kuantitatif, yaitu mendiskripsikan suatu permasalahan dengan menganalisis data dan hal-hal yang berhubungan dengan angka-angka atau rumus-rumus perhitungan yang digunakan untuk menganalisis masalah yang sedang diteliti. Adapun metode analisis yang digunakan peneliti yaitu dengan metode OLS.
Hasil analisis dari penelitian ini menyebutkan bahwa PDRB dan ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan kota. Sedangkan, kepadatan penduduk berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan kota. Selain itu, dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa nilai tambah industri tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan kota.
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Penduduk suatu kota memegang peranan yang sangat penting dalam setiap kajian studi perkotaan. Hal itu disebabkan karena perkembangan penduduk kota baik yang menyangkut kuantitas maupun kualitas merupakan faktor utama dari eksistensi kota itu sendiri. Komponen demografis seperti kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk akan mempengaruhi pertumbuhan kota. Sementara itu, struktur penduduk kota yang meliputi umur dan jenis kelamin, jumlah dan kepadatan penduduk, tingkat pendidikan serta struktur ekonomi (pekerjaan dan pendapatan) berperan dalam terciptanya dinamika pertumbuhan kota.
Kota Jakarta merupakan kota yang pempunyai laju pertumbuhan sangat tinggi dimana semua kegiatan perekonomian dan pemerintahan terpusat di kota tersebut. Terpusatnya segala kegiatan di kota Jakarta menyebabkan pertumbuhan kota tersebut yang jauh lebih maju dibandingkan kota-kota yang lainnya. Hal itu dapat ditunjukan oleh banyaknya penduduk dari kota-kota lain yang berbondong-bondong datang ke Jakarta agar bisa memperoleh kehidupan yang lebih layak dibandingkan di kota asalnya. Selain itu, mereka berasumsi bahwa banyak tersedia lapangan pekerjaan di kota Jakarta. Dengan meningkatnya populasi di kota Jakarta maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di kota Jakarta tersebut. Sehingga pertumbuhan kota Jakarta ini sangat menarik untuk diteliti.
Tabel 1.1
Laju Pertumbuhan Kota Jakarta Tahun 1989-2004 (%)
|
TAHUN
|
LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI
|
|
1989
|
8,13
|
|
1990
|
8,47
|
|
1991
|
9,22
|
|
1992
|
9,53
|
|
1993
|
10,1
|
|
1994
|
10,17
|
|
1995
|
9,27
|
|
1996
|
9,1
|
|
1997
|
5,11
|
|
1998
|
-17,49
|
|
1999
|
-0,29
|
|
2000
|
4,33
|
|
2001
|
3,64
|
|
2002
|
4,89
|
|
2003
|
5,31
|
|
2004
|
5,65
|
Sumber Data : Badan Pusat Statistik, Jakarta Dalam Angka
Urbanisasi merupakan salah satu aspek migrasi yang akan mempengaruhi proporsi penduduk perkotaan. Todaro (2000) menyatakan bahwa munculnya urbanisasi yang berlebihan di suatu negara dipicu oleh pesatnya pertumbuhan penduduk yang didukung oleh menurunnya angka kematian serta adanya kebijakan pemerintah yang cenderung bias ke kota. Moowaw dan Shatter (1996) dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa meningkatnya arus urbanisasi disebabkan oleh meningkatnya pendapatan perkapita, rasio ekspor terhadap GDP, tingkat melek huruf, rasio tenaga kerja sektor industri, serta menurunnya rasio tenaga kerja sektor pertanian. Akan tetapi banyak penelitian yang menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan migrasi adalah faktor ekonomi (Sjaaftaad, 1962).
Tingginya perkembangan penduduk kota terutama disebabkan migrasi yang dilakukan oleh penduduk pedesaan, dan kepadatan penduduk yang berlebihan pada beberapa bagian kota merupakan masalah utama yang dihadapi kota-kota di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Pertumbuhan kota yang tidak seimbang di Indonesia berkaitan dengan upaya program-program pembangunan kota yang dilaksanakan menjadi kurang efektif karena asumsi dan sasaran dalam perencanaan kota seringkali tertinggal oleh perkembangan penduduk yang terjadi. Jika dilihat, pada tahun 1950 yang berpenduduk 1 juta jiwa yaitu DKI Jakarta dan jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang. Oleh karena itu, agar bisa menjadi input dan dasar pertimbangan bagi pemerintah untuk menentukan kebijakan yang tepat dalam mengatasi pesatnya arus urbanisasi khususnya yang menuju kota terbesar (Jakarta) sehingga terjadi primacy yang berlebihan, maka perlu studi yang mendalam khususnya tentang faktor-faktor yang mempengaruhi petumbuhan kota.
Berdasarkan dari latar belakang masalah yang telah diuraikan tersebut diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “DAMPAK PEMBANGUNAN EKONOMI TERHADAP PERTUMBUHAN KOTA JAKARTA TAHUN 1989-2004”.
1.2.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan tersebut diatas, maka permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap pertumbuhan kota Jakarta?
2. Bagaimana pengaruh kepadatan penduduk terhadap pertumbuhan kota Jakarta?
3. Bagaimana pengaruh nilai tambah industri terhadap pertumbuhan kota Jakarta?
»
- Login to post comments

