MANAJEMEN DISTRIBUSI MULTI LOKASI PADA PERUSAHAAN MULTI ITEM MULTI SUPPLIER

ABSTRAKSI 


            Economical Shipment Quantity dapat terjadi ketika suatu perusahaan multi item multi supplier dan mendistribusikan nya lagi ke beberapa tujuan/multi destination. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah kuantitas pemesanan dan saat pengiriman dilakukan dengan meminimalisasi jumlah biaya kirim yang dikeluarkan oleh PT.GLOBAL CONSULTING GROUP INDONESIA.  


            Mengitung Economical Shipment Quantity yang kemudian dibanding kan dengan kapasitas alat angkutnya setelah itu baru dapat dicari jumlah pengiriman dan saat pengiriman untuk masing-masing produk yang kemudian didapat jumlah pengiriman optimal.  


            Economical Shipment Quantity dari sumber 1 sebesar 442 box, untuk sumber 2 sebesar 296 box, untuk tujuan 1 sebesar 55 box, untuk tujuan 2 sebesar 41 box, untuk tujuan 3 sebesar 42 box, untuk tujuan 4 sebesar 79 box, dan untuk tujuan 5 sebesar 60 box dimana perusahaan dapat menghemat pengeluaran sebesar Rp.17.810.762,00 yang didapat dari pengeluaran perusahaan sebelumnya yaitu sebesar Rp.28.079.562,00 sedangkan dengan metode ini perusahaan hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp.10.268.800,00 

  
Kata kunci: Economical shipment quantity, Multi item, Multi supplier, Multi destination.
BAB I
PENDAHULUAN 


1.1       Latar Belakang Masalah 

Daya saing produk-produk manufaktur yang begitu tajam menimbulkan dampak yang sangat signifikan terhadap sistem manufaktur. Berbagai upaya dilakukan oleh perusahaan sebagai upaya untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas dengan tetap berorientasi pada implementasi dari keinginan konsumen. Persaingan yang terjadi ini pada akhirnya tidak hanya terfokus pada kualitas semata, namun juga tetap mengindahkan pada unsur harga. Berbagai pabrik manufaktur mencoba untuk memberikan produk yang berkualitas dengan harga yang sangat terjangkau oleh pasar. Keadaan ini memaksa para ahli manufaktur untuk membentuk suatu sistem perencanaan produksi yang dapat menghasilkan suatu bentuk sistem tepat guna dimana sistem produksi yang ada dapat meminimalisir segala biaya yang harus dikeluarkan. Salah satu dari sekian masalah yang harus dihadapi perusahaan dalam merealisasikan usaha tersebut adalah pada pengaturan pendistribusian produk..
Sistem distribusi adalah serangkaian kegiatan yang sangat menentukan bagi suatu perusahaan dimana hasil produksi (produk) dikirimkan kepada konsumen untuk dipasarkan dengan tujuan untuk memudahkan pemasaran produk. Sistem distribusi barang merupakan salah satu pendukung utama setelah proses produksi. Tidak adanya kontrol terhadap pendistribusian barang dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Distribusi akan melibatkan pergerakan dan penyimpanan produk dari pabrik ke konsumen dengan pertambahan nilai dari produk (Blanchard, 2004, Tersine 1994)
Untuk mengoptimalkan jumlah pengiriman barang dan meminimalkan biaya distribusi, diterapkan suatu model kebijakan pengiriman, yaitu dengan memaksimalkan jumlah pengiriman sehingga biaya yang dikeluarkan akan lebih minimal, dengan kata lain keuntungan nya adalah menghemat biaya pengiriman dimana pengiriman jumlah lot yang lebih besar akan lebih murah daripada mengirim dalam lot yang lebih kecil beberapa kali.
Untuk mengoptimalkan pemesanan dan meminimalkan biaya pendistribusian ini, diterapkan suatu model kebijakan dimana perusahaan itu terlebih dahulu mempunyai supplier yang lebih dari satu juga multy item.. Prinsip dasar dalam sistem ini adalah biaya marginal dari menambah suatu pesanan item kedalam pesanan item-item lain yang sudah ada adalah lebih murah dari pada memesan item tersebut secara terpisah pada waktu yang berbeda (Fogarty, 1991).
Pada penelitian ini, akan dibahas system distribusi multi item dimana interval order masing-masing item bervariasi dan didistribusikan kepada masing – masing konsumen yang berada ditempat yang berbeda pula (multi lokasi). Metode yang digunakan adalah dengan cara menentukan Jumlah pengiriman produk dengan mengambil nilai minimum  dari kapasitas alat angkut atau economical shipment quantity.
Model matematis untuk menentukan besarnya kuantitas pemesanan untuk masing-masing item dan interval pemesanan yang berbeda (multiple interval order) akan dipresentasikan oleh contoh studi kasus di PT.Global Consulting Group Indonesia yang merupakan perusahaan yang mendistribusikan produk dari beberapa sumber ke berbagai daerah tujuan dan mengalami permasalahan dalam penentuan jumlah produk optimal yang akan dikirin dalam setiap kali pengantaran yang menyebabkan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pendistribusian barang. 


1.2 Perumusan Masalah


  Dengan memaparkan apa saja yang menjadi latar belakang permasalahan seperti diatas, maka dapat diambil suatu rumusan yaitu :

1.   Berapa jumlah produk optimal yang akan dikirim dalam setiap kali pengiriman dan kapan dilakukannnya pengiriman dari masing-masing sumber ke berbagai tujuan ?
2.   Berapakah selisih pengurangan biaya yang dikeluarkan apabila dilakukannya pehitungan pengiriman yang optimal?