PENGARUH PENANAMAN MODAL ASING DAN EKSPOR TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI NEGARA ? NEGARA MUSLIM :2004-2005
Submitted by superadmin on Thu, 12/25/2008 - 19:29
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Dalam suatu pembangunan sudah pasti diharapkan terjadinya pertumbuhan. Tujuan pembangunan dalam kebijakan pembangunan adalah untuk menyerasikan pertumbuhan dan mengurangi kesenjangan dan terpadu antar sektor pembangunan negara-negara muslim yang efisien dan efektif menuju tercapainya kemandirian negara-negara muslim. Pembangunan berhasil jika pertumbuhan ekonominya tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi diperlukan untuk mempercepat perubahan struktur perekonomian nasional menuju perekonomian yang seimbang dan dinamis, yang bercirikan industri yang kuat dan maju dan pertanian yang tangguh.
Sebagian besar negara-negara muslim tergolong sebagai negara berkembang bahkan diantaranya termasuk dalam golongan negara miskin. Secara umum indikator negara-negara muslim, seperti pertumbuhan ekonomi, perdagangan, utang luar negeri dan sebagainya tidak menunjukkan kondisi yang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara non-muslim. Syariat sebagai landasan hukum negara-negara muslim, secara de jure digunakan untuk menentukan kebijakan ekonomi negara secara tegas menganjurkan; melakukan aktifitas sesuai syariah, menghargai kepemilikan rakyat, keseimbangan pemenuhan rakyat dan pemerintah, distribusi pendapatan, musyawarah dalam menentukan keputusan, keterbukaan dan sebagainya. Dari hal ini menunjukkan bahwa konsep syariah sangat ideal dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Perekonomian akan mengalami pertumbuhan apabila jumlah total output produksi barang dan penyediaan jasa tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya, atau jumlah total alokasi output tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya. Simon Kuznets 1971, seorang ahli ekonomi di Amerika Serikat. Dalam mengukur dan menganalisis sejarah pertumbuhan pendapatan nasional negara maju, mendifinisikan pertumbuhan ekonomi suatu negara sebagai “peningkatan kemampuan suatu negara untuk menyediakan barang-barang ekonomi bagi penduduknya. Pertumbuhan kemampuan ini disebabkan oleh kemajuan teknologi dan kelembagaan serta penyesuaian ideologi yang dibutuhkannya”. Menurut List dalam bukunya yang berjudul Das Nationale der Politischen Oekonomi (1840), perkembangan ekonomi sebenarnya tergantung pada peranan pemerintah, organisasi swata dan lingkungan kebudayaan. List juga menegaskan bahwa negara dan pemerintah harus melindungi kepentingan golongan lemah diantara masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi juga merupakan masalah perekonomian dalam jangka panjang dan pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting yang dialami dunia hanya dua abad belakangan ini. Oleh Simon Kuznets, proses pertumbuhan ekonomi tersebut dinamakan sebagai Modern Economic Growth. Dalam periode tersebut, dunia telah mengalami perkembangan pembangunan yang sangat nyata apabila dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya sampai abad ke 18 (Sadono Sukirno, 1998 : 413).
Pada dasarnya Investasi merupakan pembentukan modal yang mendukung peran swasta dalam perekonomian. Menurut Harrod Domar, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi diperlukan investasi-investasi baru sebagai stok modal seperti penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing. Penanaman modal asing langsung merupakan investasi yang dilakukan oleh swasta asing ke suatu negara tertentu. Bentuknya dapat berupa cabang perusahaan multinasional, lisensi, joint venture, dan lain-lain. Investasi oleh penduduk dalam negeri merupakan pengakuisisian surat-surat berharga luar negeri dan aset fisik. Investasi luar negeri dalam aset keuangan khususnya lembaga investasi dilakukan untuk mendiversifikasi resiko dan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi daripada penghasilan yang diterima dengan investasi yang sebanding di dalam negeri. Investasi luar negeri langsung dalam bentuk fisik di dalam pabrik manufaktur yang baru dan cabang-cabang penjualan yang lebih bagi pengusaha multinasional.
Investasi di harapkan sebagai penggerak pertumbuhan perekonomian negara-negara muslim. Karena terbatasnya dana yang dimiliki negara-negara muslim, untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi maka peran investasi dari luar negeri (PMA) sangat di harapkan. Dengan keadaan kekurangan modal, sulit bagi negara-negara muslim melakukan investasi yang mantap. Sedangkan investasi yang mutlak diperlukan sebab pada dasarnya pertumbuhan ekonomi dapat di tingkatkan melalui atau lebih banyak mengadakan investasi.
Pengaruh investasi asing mempunyai arti penting terhadap pertumbuhan ekonomi dan ekspor di negara-negara muslim. Sampai saat ini konsep pembangunan dengan menggunakan modal asing masih sering menimbulkan pendapat. Foreign Direct Investment (FDI) dipandang sebagai cara yang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan perekonomian. Dengan melalui FDI, modal asing dapat memberikan kontribusi yang lebih baik kedalam proses pembangunan. Mengingat pentingnya investasi asing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, maka negara-negara muslim harus terus berupaya untuk membuat investasi yang kondusif dengan cara deregulasi dan debirokrasi, dengan penyederhanaan mekanisme perijinan sehingga dapat menarik minat para investor asing untuk menanamkan modalnya ke negara-negara muslim.
Bagi negara muslim yang perekonomiannya masih sangat bergantung pada pinjaman/bantuan negara lain, ekspor untuk produk-produk dengan nilai tambah yang tinggi sangatlah penting. Akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan, ekspor diharapkan dapat menjadi motor penggerak proses pemulihan ekonomi nasional. Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengambil judul “Pengaruh Penanaman Modal Asing dan Ekspor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Negara-Negara Muslim : 2004-2005”.
1.2. Rumusan Masalah
Pokok Permasalahan dalam penelitian ini yaitu Bagaimana pengaruh penanaman modal asing dan ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi di negara – negara muslim pada tahun 2004 dan tahun 2005.
»
- Login to post comments

