PENGGUNAAN INFORMASI KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI LABA DAN ARUS KAS PERUSAHAAN GO PUBLIC DI INDONESIA

 

BAB I
PENDAHULUAN
 
I.1.   LATAR BELAKANG MASALAH
 Perusahaan merupakan kumpulan dari beberapa orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai berbagai tujuan. Dalam melaksanakan pekerjaannya, organisasi atau perusahaan tersebut menggunakan sumber daya, baik berupa tenaga, bahan mentah, berbagai pelayanan, bangunan dan peralatan bisnis lainnya. Sumber daya-sumber daya tersebut harus dimiliki dan dibiayai atau dibayar oleh perusahaan yang bersangkutan. Untuk dapat bekerja secara efektif, orang-orang dalam perusahaan tersebut membutuhkan informasi mengenai jumlah masing-masing sumber daya yang telah dibiayainya dan hasil yang telah diperoleh dari penggunaan sumber daya yang telah dibiayainya.  
Disamping orang-orang yang ada dalam perusahaan tersebut (pihak internal), banyak pihak-pihak di luar perusahaan (pihak eksternal) yang juga membutuhkan informasi sebagai dasar untuk membuat keputusan atau kebijaksanaan yang berkaitan dengan perusahaan tersebut. Pihak-pihak eksternal tersebut antara lain investor, kreditor, analis sekuritas, buruh dan organisasi buruh, pemerintah dan masyarakat umum. 
Akuntansi adalah suatu sistem yang dapat memberikan informasi mengenai laporan keuangan dan informasi-informasi lain yang dibutuhkan oleh pihak internal maupun eksternal perusahaan. Informasi akuntansi, khususnya laporan keuangan sebagai hasil akhir dari proses akuntansi dirancang untuk memberikan informasi dalam pengambilan keputusan bisnis. Penggunaan informasi keuangan melalui laporan keuangan oleh pihak eksternal dalam hal ini investor dan kreditor yaitu untuk membuat keputusan investasi dalam menempatkan sumber daya yang akan diinvestasikan dan juga upaya untuk memutuskan pemberian kredit oleh kreditor. Sementara pihak internal manajemen bertanggung jawab sebagai fungsi keuangan dalam mengembangkan dan menjalankan sistem untuk memonitor dan melaporkan segala kegiatan dan profitabilitas perusahaan. Dengan kata lain pihak internal dan eksternal membutuhkan dan menggunakan informasi keuangan berupa neraca, laporan laba/rugi, laporan perubahan modal, serta laporan arus kas untuk membantu pembuatan keputusan mereka maupun memenuhi kebutuhan lainnya yang berbeda-beda. Untuk keputusan tersebut, mereka dianggap memerlukan informasi dari perusahaan tentang likuiditas dan solvensi, kemampuan menghasilkan laba, kemampuan mendatangkan aliran kas dan prestasi manajemen.
Analisis laporan keuangan biasanya didasarkan pada laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan dan informasi ekonomi lainnya tentang perusahaan. Keberhasilan dalam mencapai suatu tingkat laba tertentu tidak lepas dari keberhasilan kinerja manajemen perusahaan. Untuk mengetahui seberapa baik kinerja manajemen perusahaan, dapat dilakukan dengan melihat dan mengevaluasi jumlah laba yang dihasilkan perusahaan sehingga bisa memperkirakan return yang diperoleh investor atas investasinya.
Informasi laba yang merupakan komponen dari laporan keuangan memiliki potensi yang sangat penting baik bagi pihak intern maupun ekstern. Menurut Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 1, informasi laba memiliki manfaat sebagai berikut : menilai kinerja manajemen; membantu mengestimasi kemampuan laba yang representatif dalam jangka panjang; memprediksi laba dan menaksir resiko dalam investasi atau kredit.  
Laporan arus kas merupakan laporan yang dapat memberikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran kas dalam satu periode akuntansi. Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002) laporan arus kas adalah laporan arus kas masuk dan kas keluar. Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai informasi keuangan perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian untuk mendapatkannya.
          Penggunaan laba dan arus kas sebagai alat pembuatan keputusan adalah proses yang kompleks karena perlu diperhatikan informasi-informasi yang terkandung di dalamnya. Penelitian yang menguji tentang kandungan informasi pada laporan laba dan arus kas telah banyak dilakukan. Sejauh ini hasil pengujian tersebut masih mengandung kontradiksi atas kesimpulan yang dilakukan berkaitan dengan manfaat isi informasi yang dikandungnya. Laporan laba rugi dipandang sebagai informasi yan lebih baik dalam menilai prospek laba dan arus kas di masa yang akan datang dan bahkan lebih baik dari laporan arus kas walaupun arus kas menunjukkan hubungan yang kuat mengenai penerimaan dan pengeluaran kas pada tahun yang berjalan. Informasi yang terkandung dalam laporan laba rugi dan komponen-komponennya yang diukur dengan sistem akuntansi akrual memberikan indikasi yang baik mengenai kinerja perusahaan, selain itu sifat laba sebagai seri waktu (time series) memberikan implementasi pada perubahan laba dan ada korelasi yang serial. Artinya seri waktu laba periode waktu terdahulu memiliki kecenderungan untuk mengalami perubahan terhadap laba di masa mendatang. Hal ini menunjukkan bahwa laba memiliki potensi sebagai prediktor.
 Penelitian yang dilakukan oleh Finger (1994) dalam Nortanio (2004) menyimpulkan bahwa laba signifikan sebagai prediktor laba di masa depan sampai dengan periode 8 tahun ke depan dan laba lebih baik digunakan secara parsial maupun bersama-sama dengan arus kas merupakan prediktor yang signifikan bagi arus kas. Arus kas dalam periode jangka pendek (satu atau dua tahun) adalah prediktor arus kas yang lebih baik dibanding laba.
Baridwan (1997) menyatakan bahwa pengungkapan informasi arus kas ternyata memberikan nilai tambah bagi para pemakai informasi laporan keuangan. Informasi yang terdapat dalam laporan arus kas, walaupun berkorelasi tinggi dengan informasi laba, ternyata berbeda signifikan. Oleh karena itu perlu diungkap tersendiri. Hasil uji ini mendukung pentingnya laporan arus kas bagi para pemakai. 
Para peneliti lain seperti Bowen, Burgstahler dan Daley (1986) dalam Parawiyati (1996) lebih menegaskan tentang arus kas sebagai prediktor atas prediksi arus kas itu sendiri lebih baik dibanding dengan laba. Temuannya adalah arus kas merupakan prediktor yang lebih baik untuk memprediksi arus kas di masa mendatang, dalam periode satu atau dua tahun.
Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian yang dilakukan oleh Parawiyati, Ambar Woro Hastuti dan Edi Subiantoro (2000) dalam studinya menekankan pentingnya penggunaan analisis fundamental yaitu informasi keuangan (laba, arus kas, piutang, sediaan, biaya administrasi dan penjualan serta rasio laba kotor terhadap penjualan) untuk memprediksikan keuntungan investasi dalam hal ini laba dan arus kas di masa mendatang bagi investor di pasar modal. 
Berdasarkan uraian singkat yang telah dikemukakan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang kemampuan informasi keuangan dalam memprediksi laba dan arus kas di masa mendatang, dengan mengajukan judul “PENGGUNAAN INFORMASI KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI LABA DAN ARUS KAS PERUSAHAAN GO PUBLIC  DI INDONESIA “.    
 
I.2. RUMUSAN MASALAH
      Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
1.    Apakah perubahan laba, piutang, sediaan, biaya administrasi dan penjualan, ratio laba kotor terhadap penjualan serta arus kas merupakan prediktor laba di masa mendatang ?
2.    Apakah perubahan laba, piutang, sediaan, biaya administrasi dan penjualan, ratio laba kotor terhadap penjualan serta arus kas merupakan prediktor arus kas di masa mendatang ?