PREDIKSI LABA DENGAN MENGGUNAKAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI, INVESTASI DAN PENDANAAN

 

ABSTRAK
 
 Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah variabel arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari kegiatan pendanaan mempunyai kemampuan dalam memprediksi laba bersih perusahaan. Laba bersih dalam laporan keuangan pada penelitian ini dijadikan sebagai variabel dependen karena laba bersih merupakan ukuran tingkat keberhasilan kinerja perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya selama suatu periode yang dinyatakan dalam satuan rupiah. Sedangkan variabel arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari kegiatan pendanaan dijadikan sebagai variabel independen karena variabel-variabel tersebut mampu memprediksi laba bersih perusahaan karena menyajikan secara rinci penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan selama satu periode. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan microsoft excel 2000. Objek penelitiannya sebanyak 40 perusahaan. Data yang digunakan adalah laporan keuangan perusahaan berupa laporan laba rugi tahun 2002-2004 dan laporan arus kas periode tahun 2001-2003. Hasil penelitian adalah variabel arus kas dari aktivitas operasi dan arus kas dari aktivitas investasi mempunyai kemampuan dalam memprediksi laba bersih perusahaan. Sedangkan arus kas dari aktivitas pendanaan tidak mempunyai kemampuan dalam memprediksi laba bersih peusahaan. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan pola manajemen yang diterapkan oleh maing-masing perusahaan yang dijadikan sampel sehingga mempengaruhi hasil penelitian.
 
Kata kunci: Laba bersih, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan. 
 
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
              1.1. Latar Belakang
Untuk memutuskan melakukan investasi, investor harus melakukan prediksi terhadap kinerja perusahaan di masa yang akan datang. Salah satu ukuran kinerja yang dapat digunakan adalah laba. Informasi tentang laba penting bagi investor karena kenaikan laba di masa yang akan datang berarti akan menaikkan kesejahteraan pemilik perusahaan termasuk investor.
Informasi yang tersedia adalah informasi laba masa lalu dan laba periode sekarang, sedangkan investor memerlukan informasi laba bersih yang dapat dihasilkan perusahaan di masa yang akan datang dan informasi tersebut tidak tersedia. Oleh karena itu perlu dilakukan prediksi terhadap laba bersih yang dapat dihasilkan perusahaan di masa yang akan datang. 
Dari hasil prediksi para investor dapat mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan masing-masing. Bagi para investor yang telah berinvestasi di periode sebelumnya dapat menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keputusan apakah akan tetap berinvestasi di sebuah perusahaan atau tidak, sedangkan calon investor akan menggunakan informasi tersebut untuk memutuskan apakah akan melakukan investasi di suatu perusahaan atau tidak. 
Adanya resiko kegagalan yang dapat terjadi dari investasi yang mereka lakukan di sebuah perusahaan, menjadi alasan bagi investor untuk melakukan prediksi sebelum memutuskan untuk melakukan investasi. Sehingga resiko kegagalan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang dapat dikurangi.
Dalam melakukan prediksi terhadap laba bersih perusahaan, ada beberapa indikator yang dapat digunakan oleh investor, seperti laba masa lalu dan laporan arus kas. Informasi laba periode sekarang dapat digunakan oleh para investor untuk memprediksi laba perusahaan di masa yang akan datang, walaupun kesuksesan masa lalu tidak menjamin kesuksesan di masa yang akan datang, akan tetapi prediksi tentang laba di masa yang akan datang dapat dilakukan jika ada hubungan yang cukup kuat antara aktivitas utama masa lalu dengan aktivitas masa depan yang bertujuan untuk menghasilkan laba.
Dalam penelitian ini indikator yang digunakan untuk memprediksi laba adalah laporan arus kas, karena dari laporan arus kas investor dapat memperoleh semua informasi tentang penerimaan dan pengeluaran yang terjadi di sebuah perusahaan selama satu periode, dan aktivitas yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaran tersebut secara rinci. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) berargumentasi bahwa informasi arus kas historis berguna untuk : (1) menunjukkan jumlah, waktu dan kepastian arus kas masa depan, (2) meneliti kecermatan taksiran arus kas masa depan.
Terdapat tiga komponen arus kas yaitu arus kas dari aktivitas operasi, arus kas investasi dan arus kas pendanaan yang masing-masingnya menyajikan informasi aktivitas yang berbeda-beda. Oleh karena itu masing-masing komponen arus kas tersebut memiliki pengaruh yang berbeda-beda juga terhadap laba bersih perusahaan, sehingga dalam penelitian ini juga dilakukan pemisahan terhadap masing-masing komponen arus kas.
Penelitian yang dilakukan Utami (1999) menunjukkan bahwa laporan arus kas harus disajikan terpisah dengan merinci komponen-komponen arus kas dari aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Hal ini perlu dilakukankarena masing-masing komponen tersebut dianggap mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap laba bersih yang dihasilkan perusahaan. Arus kas dari aktivitas operasi mempunyai kemampuan dalam memprediksi laba bersih (Brenstein, 2000 dalam Kusuma, 2003). Peningkatan investasi berhubungan dengan arus kas di masa yang akan datang (Miller dan Rock, 1985 dalam Triyono dan Jogiyanto, 2000).
Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya memberikan inspirasi pada penelitian ini untuk mengembangkannya lagi. Berdasarkan alasan tersebut maka penelitian ini berjudul: 
 
“Prediksi Laba Dengan Menggunakan Arus Kas Dari Aktivitas Operasi, Investasi Dan Pendanaan”.
 
1.2. Perumusan Masalah
Sesuai dengan judul yang diajukan dan berdasarkan uraian sebelumnya, maka dapat dirumuskan permasalahan penelitian sebagai berikut:
Apakah arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan mampu untuk memprediksi laba bersih perusahaan.