VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN

 

ABSTRAK
 
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar tingkat pengungkapan informasi dalam laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ pada tahun 2002 sampai 2003, dan meneliti beberapa faktor yang sekiranya mempunyai pengaruh terhadap tingkat pengungkapan tersebut. Faktor-faktor tersebut, yang merupakan variabel independen adalah Biaya pinjaman, Biaya ekuitas, Prosentase kepemilikan manajerial, Laba, Prosentase perubahan laba, dan Shareholder’s Equity. Sedangkan variabel dependennya diwakili oleh tingkat pengungkapan informasi laporan tahunan dengan pemberian skor atas pengungkapan item-item yang terdapat pada laporan tahunan.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ, dengan periode penelitian tahun 2002 sampai 2003. Pengolahan dan analisis data menggunakan regresi berganda (Multiple Regression) dengan alat bantu Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya modal pinjaman mempunyai pengaruh signifikan dan mempunyai dampak positif dengan pengungkapan, sedangkan variabel independen yang lain tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengungkapan perusahaan.
 
BAB I
PENDAHULUAN
 
            1.1 Latar Belakang Masalah
Informasi yang diungkapkan dalam laporan tahunan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu pengungkapan wajib (Mandatory disclosure) dan pengungkapan sukarela ( Voluntary disclosure ). Pengungkapan wajib merupakan pengungkapan yang diharuskan oleh peraturan yang berlaku, dalam hal ini adalah peraturan yang ditetapkan oleh lembaga yang berwenang. Sedangkan pengungkapan sukarela adalah pengungkapan yang melebihi dari yang diwajibkan.
Disclosure dalam laporan tahunan merupakan sumber informasi untuk pengambilan keputusan investasi. Keputusan investasi sangat tergantung dari mutu dan luas pengungkapan yang disajikan dalam laporan tahunan. Mutu dan luas pengungkapan laporan tahunan masing-masing berbeda. Perbedaan ini terjadi karena karakteristik dan filosofi manajemen masing-masing perusahaan juga berbeda. Selain digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan, disclosure dalam laporan tahunan juga digunakan sebagai sarana pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Penelitian mengenai kelengkapan pengungkapan (disclosure) dalam laporan tahunan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Penelitian semacam ini akan memberikan gambaran mengenai kondisi suatu perusahaan, serta memberikan gambaran tentang sifat perbedaan kelengkapan ungkapan antar perusahaan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Dalam pencapaian efisiensi dan sebagai sarana akuntabilitas publik, pengungkapan laporan keuangan menjadi faktor yang signifikan. Pengungkapan laporan keuangan dapat dilakukan dalam bentuk penjelasan mengenai kebijakan akuntansi yang ditempuh, metode persediaan, jumlah saham yang beredar dan ukuran alternatif, misalnya pos-pos yang dicatat berdasar historical cost. (Ainun dan Fuad : 2000).
Penelitian-penelitian yang menghubungkan variabel-variabel tertentu dengan disclosure telah banyak dilakukan, beberapa penelitian yang telah dilakukan antara lain penelitian yang dilakukan Botosan (1997) yang menguji luas ungkapan sukarela dalam laporan tahunan, terhadap biaya ekuitas. Di Indonesia ada dua studi yang menguji hubungan luas pengungkapan sukarela dan biaya ekuitas yaitu Astuti (1999) dan Gulo (1999). Sengupta (1998) menguji dampak kualitas ungkapan terhadap biaya pinjaman (Cost of Debt). 
Shangvi dan Desai (1971) dalam Subiyantoro (1996) mengutarakan bahwa rentabilitas ekonomi dan profit margin yang tinggi, akan mendorong para manajer untuk memberikan informasi yang lebih terperinci, sebab mereka ingin menyakinkan investor terhadap profitabilitas perusahaan dan mendorong kompensasi terhadap manajemen. Di bagian lain, secara terpisah beberapa peneliti kembali menguji kegunaan dan informasi yang jelas tentang data keuangan, khususnya informasi laba, dalam kurun waktu yang relatif panjang. Dengan menggunakan hubungan statistis antara data akuntansi (laba) dan data pasar modal, peneliti tersebut ingin menguji apakah terdapat perubahan kegunaan informasi keuangan bagi investor.
Ainun dan Fuad (2000) melakukan penelitian tentang analisis hubungan antara kelengkapan pengungkapan laporan keuangan dengan struktur modal dan tipe kepemilikan perusahaan. Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa leverage keuangan mempunyai hubungan yang signifikan positif terhadap indeks kelengkapan pengungkapan. Di sisi lain tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara kepemilikan saham oleh publik dengan kelengkapan pengungkapan.
Banyaknya penelitian terdahulu yang meneliti pengaruh beberapa variabel keuangan tertentu terhadap pengungkapan dalam laporan keuangan, mendorong untuk melakukan pengujian lebih lanjut atas temuan-temuan empiris mengenai variabel-variabel yang mempengaruhi pengungkapan laporan keuangan perusahaan. 
Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini mengambil judul
“VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN”
 
            1.2 Rumusan Masalah 
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah pada penelitian ini adalah apakah biaya pinjaman, biaya ekuitas, prosentase kepemilikan manajerial, laba, prosentase perubahan laba, dan shareholders’equity mempunyai pengaruh terhadap luas pengungkapan perusahaan ?